Faktor-penghambat-atau-penghalang-usaha
By Pixabay
Tentang faktor penghambat atau penghalang dalam usaha ataupun bisnis anda.
Dulu ketika penulis menimba ilmu, nyantri di sebuah pesantren di daerah gresik pinggiran Bengawan Solo, penulis sempat diberikan pengajian kitab Ta"lim al-Muta'Allim, karya imam Al-Zarnuji. Penulis masih ingat betul bahwa salah satu penyebab kefakiran adalah, tidur setelah sholat subuh, meninggalkan sholat, berlebih-lebihan, malas serta meremehkan segala urusan.
Dan setelah penulis membuka berbagai referensi, maka penulis mendapatkan tambahan informasi, bahwa penyebab rizki menjadi stagnan, disamping yang disebut dalam kitab Ta'lim al-Muta'Allim tadi, ada juga karena pesimis, rakus, mengeluh, gengsi, kikir, boros, dan melakukan tindak maksiat kepada Allah Swt.
Nah, anda yang tengah menggeluti dunia usaha, atau tengah mencari peluang kerja,

maka usahakan sekuat tenaga agar tidak mempunyai sifat-sifat di atas. 

Jangan sampai penyakit-penyakit di atas masuk terlebih dahulu kedalam jiwa anda, setelah itu perteguh kembali untuk memulai. Untuk lebih Jelasnya, penulis akan uraikan satu-persatu faktor-faktor penghambat rizki :

  • Malas.

Penghambat-usaha-atau-bisnis.
By pixabay
Jika hari gini anda masih suka melamun, dan menghayal sesuatu yang wah, yang serba lux, serba uang, serba indah, sementara anda hanya duduk, ongkang-ongkang kaki, maka itu tandanya anda di dera oleh penyakit yang bernama malas. Dan harap anda tahu, bahwa malas ini tidak lain merupakan sifat setan yang sengaja dihembuskan kepada anda.

Kebiasaan seperti ini biasanya menimpa pada diri anda yang masih muda. Sebab pada usia muda biasanya kondisi kejiwaan masih labil, sehingga akan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik. Maka tak jarang kalo banyak pemuda yang menghabiskan waktu luangnya hanya untuk duduk santai di warung kopi, dan bersama teman-teman.

Pada saat seperti inilah setan dengan gampang meniupkan imajinasi keindahan pada kehidupan mereka, sehingga mereka malas untuk bekerja, malas berkreatif, malas berinovasi, juga malas menciptakan lapangan kerja. Bagi mereka tiada keindahan saat usia masih muda. Tidak sampai situ saja. Setan juga terus menghembuskan sifat malas bagi anda yang sudah mempunyai pekerjaan tetap.

Bekerja keras juga berarti kesediaan untuk menghendle pekerjaan yang berada di atas meja dengan penuh kesungguhan, dan dedikasi serta menjadikan pekerjaan digelutinya sebagai sarana ibadah kepada Allah Subhanahu Wataala. Oke. Mulai sekarang, mari bekerja keras, hilangkan rasa malas.

  • Pesimis.

Penghambat-usaha-atau-bisnis.
Ketika anda hendak memulai usaha atau menjalankan bisnis, namun dihati anda terbersit sebuah kata "Apakah Aku Akan Bisa, ?" "Apakah aku akan mendapatkan laba ?" "Apakah aku tidak rugi, ?", atau perasaan yang intinya takut untuk melangkah karena adanya suatu kekhawatiran dari usaha yang akan anda lakukan.

Jika anda dalam kondisi seperti ini, maka itu berarti anda didera penyakit pesimis. Ini juga berarti dalam hati anda terdapat prasangka kepada Allah Swt. Dan ini sama artinya anda berputus asa dari rahmat Allah Swt.

Perlu anda catat. Bahwa rasa pesimis ini hanya terjadi pada manusia sebagai makhluk yang berakal, sementara pada hewan tidak sedemikian, meski ia ialah makhluk yang sangat terbatas kemampuannya. Karena itu, hilangkan rasa pesimis, penuhi hati anda dengan rasa optimis.

  • Rakus.

Penghambat-usaha-atau-bisnis.
By Pixabay
Dalam kehidupan sehari-hari tentu anda sering melihat orang yang terjangkit penyakit ini. Biasanya orang yang rakus merasa tidak akan pernah puas terhadap rizki yang dikaruniakan Allah. Sudah punya sepeda motor, pingin mobil. Punya mobil satu, pingin dua, pingin tiga dan seterusnya.

Jika sudah begini, didalam berkerja pun orientasinya adalah bagaimana menghasilkan uang yang banyak, meskipun hal itu dilakukan dengan cara korupsi. Persoalan kesungguhan, etos kerja, etika bekerja, dedikasi dan lain-lain tidak usah dipikirkan. Yang penting baginya adalah uang, dan uang, sebab yang terpendam jauh dalam jiwanya adalah sifat rakus terhadap dunia yang menggila.

Kebanyakan kasus korupsi yang ada, itu disebabkan penyakit rakus. Jadi, jauhkanlah sifat rakus, karena ini akan merugikan kita di dunia, dan akhirat. Karena sifat rakus, akan melakukan hal apapun meski hal-hal yang dilarang negara dan agama.

Kalau sudah terhanyut dalam sifat rakus, itu justru akan menghambat akan kesuksesan usaha kita kedepannya. Okey lah, mereka yang korupsi sekarang sedang mewah, tapi harus kita ketahui. Suatu saat pasti akan terbongkar, dan merugikan dirinya sendiri bahkan keluarga.

  • Mengeluh.

Mengeluh adalah perasaan tidak bisa menerima atas apa yang terjadi. Sifat ini adalah sifat tidak bersabar menghadapi keadaan dan tidak bersyukur atas apa yang diterima. Sifat seperti ini dapat mengakibatkan rizki menjadi terhambat, karena tidak mau bersyukur.

Apa yang diterimanya selalu kurang dan kurang. Hatinya selalu ongso-ongso atau ngoyo. Berusaha dan terus berusaha untuk mendapatkan yang lebih banyak, sebab apa yang diterima dirasa kurang.

Dalam dunia kerja, sifat mengeluh ini harus dihilangkan, sebab hal ini akan mengganggu mobilitas kerja. Bagaimana tidak, orang yang mempunyai modal seperti ini tentu tidak dapat bekerja dengan perasaan lega.

Karena itu, anda jangan sampai mempunyai sifat seperti ini. Selalu mengeluh, sambatan kepada orang lain, sedangkan rizky yang anda punya sudah cukup untuk keluarga.

Ingat, bahwa masih banyak orang yang ada dibawah anda. Bersyukurlah terhadap nikmat, sebab dengan cara bersyukur hati anda akan merasa tenang, dan tentu rizky anda akan ditambah oleh Allah Swt.

  • Gengsi.

Gengsi merupakan watak utama makhluk tuhan yang bernama Iblis. Lhooo kok bisa, ?. Anda tahu kan dalam Alquran disebutkan bahwa ketika iblis diminta oleh tuhan untuk "Sujud" kepada nabi Adam, maka iblis dengan watak gengsinya mengatakan "Kenapa aku harus sujud sama Adam. Ia terbuat dari tanah sementara aku terbuat dari api".

Gengsi sebenarnya adalah akibat sifat sombong. Gengsi adalah rasa enggan melakukan perbuatan-perbuatan yang dianggap rendah meski itu khalal karena ia merasa tak pantas melakukannya.

Dalam dunia bekerja, watak seperti ini justru dapat menyebabkan rizki menjadi seret. Coba anda bayangkan, jika ada sesorang mampu bekerja, namun ia gengsi untuk menjalaninya lantaran ia anak pejabat misalnya, tentu ia tidak mendapatkan apapun. Mau kerja ini, gengsi. Kerja itu, gengsi. Maka selamanya ia akan menganggur, dan tak satupun rizki datang padanya.

  • Kikir.

Sepintas kikir kelihatannya menguntungkan bagi pelakunya sebab pada kenyataannya hartanya sama sekali tidak berkurang. Padahal justru sebaliknya. Hartanya malah berkurang karena rusak dan mengalami penyusutan nilai. Sebaliknya, harta yang dinafkahkan justru akan memberikan rizki kepada pelakunya baik di dunia maupun di akhirat.

Tidak hanya menghalangi rizky, bahkan sifat kikir ini akan menyebabkan kerusakan besar. Coba anda bayangkan, jika anda bekerja dan mendapatkan gaji, namun kikir sama orang lain, maka tentu banyak informasi, seperti informasi tentang pelanggan yang respek terhadap produk anda, juga tentang respon masyarakat kaitan produk yang tengah anda pasarkan, akan stagnan (terhenti).

Sehingga ini berimplikasi pada perolehan omset yang masuk dalam perusahaan anda ditambah lagi dengan banyaknya pergunjingan masyarakat bahwa anda adalah seorang karyawan atau bos yang kikir / pelit.

  • Boros.

Kalau anda sudah bekerja dan berpenghasilan, maka berhematlah, dan jangan boros. Sebab penyakit yang satu ini akan dapat menjerumuskan anda pada kesengsaraan dan macetnya rizki.

Coba anda bayangkan sejenak lagi. Jika anda barusan menerima gaji pada tanggal muda, dan lantas anda habiskan untuk membeli sesuatu yang tidak perlu, maka tentu keuangan anda tidak akan sampai pada bulan berikutnya. Maka solusi yang akan anda lakukan, adalah berhutang.

Kalau sudah seperti ini, hidup susah selalu dikejar hutang. Disamping itu, pada gajian bulan berikutnya, tentu uang anda dipergunakan untuk membayar hutang.

  • Mengakui potensi diri.

Jadi apa anda sekarang, ? Jadi direktur utama, ? Jadi komisaris utama, ? Jadi kepala instansi ? Jadi presiden, ? Menteri, Bupati, atau camat ? Atau apakah anda sekarang menjadi petani sukses, ?.

Oke.
0 Komentar untuk "Faktor Penghambat dalam Usaha, Bisnis. Hindarilah Faktor Penghambat Rizki"